Sabtu, 12 Desember 2009

PACARAN : DOSA ATAU BIASA ?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saudaraku, Ikhwan dan Akhwat.
Di waktu yang sudah mendekati akhir zaman ini, hendaklah kita selalu beribadah kepada Allah SWT. Kita ketahui, saat ini pacaran diibaratkan diibaratkan dengan bom waktu yang akan meledak, semakin lama akan semakin menunjukkan belangnya.
Di era ini, pacaran identik dengan kebebasan, sex bebas dan tak ada aturan sesuai norma yang ada. Seharusnya, pacaran di identikkan dengan pembawa semangat menuju jalan Allah, dengan tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan Allah.
Dalam pandangan Islam, zina merupakan perbuatan kriminal (jarimah) yang dikatagorikan hukuman hudud. Yakni sebuah jenis hukuman atas perbuatan maksiat yang menjadi hak Allah SWT, sehingga tidak ada seorang pun yang berhak memaafkan kemaksiatan tersebut, baik oleh penguasa atau pihak berkaitan dengannya. Berdasarkan Qs. an-Nuur [24]: 2, pelaku perzinaan, baik laki-laki maupun perempuan harus dihukum jilid (cambuk) sebanyak 100 kali. Namun, jika pelaku perzinaan itu sudah muhson (pernah menikah), sebagaimana ketentuan hadits Nabi saw maka diterapkan hukuman rajam.
Pacaran semestinya bukan dianggap biasa seperti saat ini. Pacaran semestinya dibuat istimewa, karena itu seharusnya dapat membimbing kita tentang membangun sebuah hubungan berdasarkan hukum Allah, yang tidak disertai dengan zina.
Dalam kamus penulis , tidak ada yang namanya pacaran "islami". Seharusnya itu menjadi suatu patokan. Namun, tidak ada satu ayat pun yang menjelaskan tentang "PACARAN" dalam Al-Quran. yang ada hanya istikharah, saat kita berzikir,beribadah,untuk menentukan suatu oilihan. Hal ini menimbulkan gonjang-ganjing terhadap sah atau tidaknya pacaran.
Namun, akibat tidak adanya informasi tentang pacaran dalam Al-Quran, disalahgunakan oleh banyak pihak untuk melakukan zina. Alasannya, karena tidak ada hukum yang mengatur tentang itu.
Menurut Penulis, Pacaran tidak harus diidentikkan dengan perzinahan. cukup dengan diisi dengan membangun hubungan yang baik dengan seorang wanita/pria dengan tidak melanggar aturan Allah.
Kala pacaran yang "sehat" itu membosankan, anda jangan langsung tergoda untuk melakukan inovasi atau hal lain yang berbau zina. Kita cukup beristigfar pada Allah SWT dn beristikharah tentang langkah yang harus dilakukan dalam membina suatu hubungan yang baik dan taat pada hukum Allah. Insya Allah jika kita tekun beribadah dan berdoa, Allah akan memberi jalan tentang hubungan kita tersebut.
Akhir kata, kalau ikhwan dan akhwat sekalian merasa jatuh cinta kepada seseorang dan ingin menjadikannya sebagai pasangan, ada beberapa tips dari penulis :
1. Jadikan itu sebagai semangat dalam membina " hablumminanaas"
2. Saat anda sudah dianggap berpasangan, janganlah tergoda untuk melakukan zina
3. Selalu melakukan istigfar dan istikharah kepada Allah
Sekian dan terima kasih dari penulis
sekiranya Ikhwan dan Akhwat sekalian dapat memberi saran,kritik,dan komentar tentang blog ini. Selebihnya penulis ucapkan terima kasih,
Billahi Taufiq Wal Hidayah,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

1 komentar:

  1. Mmmm.... Jadi kesimpulannya pacaran itu dalam Islam dibolehkan tidak? Karena kalau disalah artikan bisa fatal atuh akibatnya...

    BalasHapus